Pertengahan tahun 2014, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan skema investasi MMM. Saking saktinya, 'investasi' ini bisa memberikan keuntungan hingga 30% tiap bulan.

Kenapa dibilang sakti? Karena keuntungan itu didapat tanpa harus melakukan apa-apa. Partisipan tinggal menyetor sejumlah uang. Bulan depan dijamin ada dana tambahan 30% dari yang disetor.

Mirip mimpi menjadi nyata bukan? Tak perlu kerja, bisa dapat uang banyak. Tapi jangan salah, MMM ini bukan investasi hanya permainan memutar uang. Begitu tidak ada pemain baru, permainan selesai dan uang setoran terakhir tidak akan kembali.

Hal ini persis terjadi kepada Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia dikenal dengan Manusia Membantu Manusia di akhir 2014. Sempat diduga kolaps, tapi MMM muncul lagi di 2015.

Bahkan, money game bikinan Sergey Mavrodi ini sekarang memasang jargon 'MMM Indonesia Bangkit' untuk mejaring mangsa-mangsa baru. Lalu bagaimana respons Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kegiatan yang melibatkan pengumpulan dana masyarakat ini?

Anggota Dewan Komisioner Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono mengatakan, MMM tidak punya izin dari OJK untuk menghimpun dan mengelola dana masyarakat, itu berarti MMM ilegal.

"MMM adalah salah satu perusahaan yang pernah ditanyakan oleh masyarakat terkait aspek legalitas badan usaha, operasional dan produknya," ujarnya.

"Berkaitan dengan maraknya iklan MMM di beberapa media massa, OJK telah dan akan terus mengingatkan masyarakat melalui berbagai media untuk berinvestasi secara baik dan tidak tergiur janji keuntungan/imbal hasil investasi yg besar," tambahnya.

Wanita yang akrab disapa Tituk itu mengatakan, Tim Satgas Waspada Investasi juga terus memantau dan merespons situasi terkini MMM.

Masih belum mengerti bagaimana proses MMM dan sejauh mana bahayanya?
Berikut penjelasan mengenai MMM :



Singkatannya Mavrodi Mondial Moneybox, tapi di Indonesia dikenal dengan Manusia Membantu Manusia.

Ini adalah sistem murni permainan uang, bukan jenis investasi yang diduga kebanyakan orang Indonesia. Permainan uang ini memang menggiurkan, berani mengklaim pemainnya bisa mendapat return atau keuntungan hingga 30% tanpa bekerja, hanya perlu setor uang.

Enak dong, kalau begitu tak perlu kerja tapi setor uang saja ke MMM tiap bulan. Andai kehidupan di dunia bisa seperti itu. Sayangnya sistem ini punya satu kelemahan.

Begitu tidak ada lagi pemain baru yang menyetor uang (provide help/PH), berarti tidak ada lagi pemain lama yang mendapat bantuan uang (get help/GH). Jika sudah begitu, penemu sistem menyesatkan ini, 'sang nabi MMM' Sergey Mavrodi, tinggal bilang sistem mau diulang (restart).

Semuanya berakhir begitu saja lalu memulai dari awal lagi. Penyetor uang terakhir uang duitnya belum kembali tinggal diiming-imingi uangnya akan diganti secara bertahap.

Kejadian ini pernah terjadi di akhir 2014 lalu. Setelah heboh-heboh banyak orang kaya mendakak, tiba-tiba banyak pemain MMM yang dananya nyangkut.

Para manajer yang biasa mengurus para pemain MMM itu pun mulai lenyap satu persatu seperti ditelan bumi. Ada yang susah dihubungi sampai pindah tempat tinggal.
Memasuki tahun 2015, ternyata MMM belum mati, bahkan makin gencar menyebarkan 'ajaran sistem finansial baru' ke masyarakat Indonesia. Kali ini mereka punya jargon 'MMM Indonesia Bangkit!'

Seperti pantauan detikFinance, Rabu (25/3/2015), iklan MMM ini muncul di beberapa situs berita dalam negeri. Jika iklan tersebut diklik maka akan masuk ke halaman MMM Indonesia yang lengkap dengan cara registrasi dan lain-lain.

Iklan ini muncul melalui google ads service yang biasa menempatkan iklan di beberapa situs sekaligus dengan target pasar yang tepat.

Selain itu, MMM Indonesia juga membuat sebuah iklan yang diklaim ditayangkan di televisi. Iklan video ini diposting di situs berbagi video YouTube.

Ada beberapa iklan video yang diposting dengan durasi mulai dari 30 detik hingga 90 detik. Salah satu iklan video berisi testimoni salah seorang pemain MMM yang mengaku sukses menjadi partisipan money game ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menyatakan MMM ini adalah aktivitas pengumpulan uang yang tidak berizin dan berisiko tinggi. Pasalnya, besar kemungkinan pemain bisa kehilangan uangnya.

Skema MMM ini didefinisikan tergolong sebagai skema piramida. Skema piramida akan terus berjalan selama ada orang menyetor uang. Ketika tidak ada setoran baru, maka permainan selesai dan kerugian ditanggung sendiri.

"Menurut saya kita sebagai masyarakat diwajibkan untuk selalu waspada jika ingin melakukan investasi, karena jika kita salah memilih investasi yang terjadi adalah bukan kita yang untuk tetapi malah rugi. Kita juga diharuskan pintar dalam mengetahui pengalaman sebuah perusahaan investasi tersebut agar nantinya kita tidak tertipu dengan segala skema perusahaan demi mendapatkan keuntungan yang besar."

 Hubungan Inflasi dengan Salah Satu Saham

1. Inflasi dan BI Rate

Inflasi berarti kenaikan harga barang secara umum. Lembaga yang menghitung besar kecilnya tingkat inflasi di Indonesia adalah BPS (Biro Pusat Statistik). Sementara BI Rate (Bank Indonesia Rate) adalah tingkat suku bunga yang dijadikan sebagai salah satu acuan dalam menetapkan besar kecilnya tingkat deposito dan persentase bunga pinjaman. Lembaga yang berwenang dalam menetapkan besar kecilnya BI rate adalah Bank Indonesia (BI).

Pada saat tingkat inflasi terlalu tinggi, Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate. Secara teoritis, kenaikan BI rate akan menyebabkan bunga pinjaman bank menjadi meningkat. Akibatnya kegiatan produksi akan berkurang karena semakin mahal dan terjadi permintaan terhadap barang. Karena permintaan semakin kecil, maka harga barang akan turun. Hal yang sebaliknya berlaku ketika inflasi terlalu rendah dan suku bunga diturunkan. Biaya produksi akan semakin murah menyebabkan kegiatan produk semakin bertambah. Kenaikan produksi akan memicu kenaikan permintaan barang dan pada akhirnya menyebabkan harga barang menjadi naik (terjadi inflasi).

Dalam kaitannya dengan investasi, pada saat suku bunga dinaikkan, orang akan memilih alternatif deposito yang memberikan bunga lebih tinggi. Akibatnya instrumen saham dan obligasi dijual sehingga menyebabkan harga saham, obligasi dan reksa dana turun. Sebaliknya pada saat suku bunga diturunkan, investor akan mencari alternatif yang memberikan hasil investasi lebih tinggi dibandingkan deposito yaitu saham dan obligasi. Akibatnya terjadi permintaan yang besar pada saham dan obligasi yang menyebabkan harga saham, obligasi dan reksa dana naik.

2. Pertimbangan dalam memutuskan tingkat BI Rate

Perlu diketahui bahwa BI rate bukan satu-satunya alat bagi Bank Indonesia dalam mengendalikan tingkat inflasi. Selain itu, pertimbangan besar kecilnya BI rate juga bukan hanya didasarkan pada tingkat inflasi semata. Ada faktor-faktor lain yang menentukan seperti:
  • Kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Tingkat BI rate yang tinggi akan menyebabkan dana asing mengalir ke Indonesia dan sebaliknya tingkat BI rate yang rendah akan menyebabkan dana asing keluar dari Indonesia.
  • Selisih dengan suku bunga AS antara tingkat suku bunga di Indonesia dengan tingkat suku bunga (Fed Fund Rate) di Amerika. Semakin besar selisihnya, maka semakin menarik pula negara Indonesia menjadi negara tujuan investasi. Dengan kata lain, apabila pemerintah AS menaikkan tingkat suku bunga sementara suku bunga Indonesia masih tetap, maka hal tersebut akan mengurangi daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi.
  • Peringkat Surat Hutang Indonesia. Peringkat surat hutang menyatakan kualitas kemampuan suatu perusahaan / negara dalam melunasi kewajibannya. Negara yang memiliki peringkat hutang yang lebih baik dapat memberikan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan negara dengan peringkat hutang yang lebih rendah. Oleh karena itu, penurunan spread dengan fed fund rate belum tentu berdampak negatif asal diikuti dengan peningkatan peringkat surat hutang Indonesia.
  • Kondisi perekonomian negara yang ditentukan oleh indikator seperti GDP (Gross Domestic Product) dan Cadangan Devisa. Kedua indikator tersebut bisa diibaratkan sebagai penghasilan dan tabungan bagi suatu negara. Idealnya suatu negara yang sehat memiliki penghasilan yang terus bertambah (pertumbuhan GDP positif), hutang yang tidak terlalu banyak (rasio hutang terhadap GDP yang kecil), dan punya simpanan untuk kondisi ketidakpastian di masa mendatang (cadangan devisa yang banyak). Hal di atas akan menjadi pertimbangan positif saat penilaian terhadap peringkat surat hutang Indonesia dilakukan.
  • Faktor tidak tetap adalah faktor yang dapat mempengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam penetapan BI rate namun sifatnya tidak permanen dan berubah sewaktu-waktu. Contoh, lonjakan harga minyak yang signifikan, kondisi ekonomi global, atau yang sekarang sedang menjadi perhatian seperti perkembangan hutang Eropa, Perkembangan China dan kondisi US, dan faktor2 lainnya yang bisa muncul sewaktu-waktu. Faktor inilah yang paling tricky, selain tidak jelas apa hubungannya terhadap keputusan BI Rate, efeknya juga bisa langsung ke harga saham, obligasi dan reksa dana. Terkadang logika dan hubungan antara kejadian tersebut dengan Indonesia hampir tidak ada, namun seolah-olah hal tersebut menjadi faktor utama yang menggerakan harga di pasar. Umumnya faktor ini yang menjadi perhatian investor dan analisa dalam meramalkan pergerakan harga dalam jangka waktu dekat.
Berdasarkan bagan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa data makro ekonomi yang menjadi pertimbangan utama dalam berinvestasi adalah BI Rate dan Inflasi. Dalam proses perjalanannya, penetapan besar kecilnya BI rate juga akan mendapat pengaruh-pengaruh baik dari faktor eksternal maupun internal. Hal yang harus dipahami oleh investor adalah bahwa Kenaikan BI rate dan Inflasi akan berdampak negatif bagi investasi dan sebaliknya penurunan BI rate dan inflasi akan berdampak positif terhadap investasi.

Meski demikian, efek Inflasi dan BI Rate terhadap inflasi menurut penelitian kami lebih memiliki pengaruh ketika bergerak sedang naik atau sedang turun. Jika kondisinya flat, kondisi cenderung lebih sulit untuk dianalisis karena perhatian investor terpaku pada faktor-faktor tidak tetap (seperti yang dijelaskan di atas) yang berubah setiap hari. Meski demikan, dalam prakteknya sangat mungkin sekali investor dalam jangka pendek akan menemui kondisi investasi yang bertolak belakang dengan kondisi BI rate dan Inflasi. Jadi memang faktor ini bukan satu-satunya hal yang menyebabkan naik turunnya harga instrumen investasi namun dalam pandangan kami merupakan faktor penting yang menjadi penggerak harga instrumen investasi.
 

Data Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun

Berikut merupakan data inflasi yang terjadi di Indonesia dalam 3 tahun kebelakang :
Data Inflasi 3 Tahun Terakhir


Grafik Time Series





Sumber : Bank Indonesia


Pandangan saya terhadap sistem dan cara mengajar yang diterapkan oleh dosen matkul teori organisasi umum 1.

Mata kuliah teori organisasi umum 1 merupakan salah satu mata kuliah yang mempelajari tentang teori-teori berorganisasi dan menjelaskan manfaat dari organisasi. Dengan mempelajari mata kuliah ini saya dapat mengerti tentang cara-cara berorgnisasi, baik organisasi di dalam masyarakat maupun organisasi dalam hal lainnya.

Pandangan saya mengenai Dosen Teori Organisasi Umum, Bapak Mario Zefanya beliau memberikan variasi baru dalam sistem pengajaran di mata kuliah softskill, dengan sistem yang beliau terapkan mahasiswa diharuskan memiliki tanggung jawab yang lebih untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Selain itu untuk mahasiswa yang menginginkan nilai A, beliau membuat sistem penilaian yang baik dengan menggunakan metode lain di bandingkan dengan dosen softskill sebelumnya.

Setidaknya sudah satu setengah tahun anda berkuliah di UNIVERSITAS GUNADARMA , tuliskan 20 hal apa saja yang  menurut anda seharusnya di tambahkan , di ubah, atau dihilangkan.

1.  Membuat perubahan kalendar akademik libur, dengan mengefektifkan jadwal UTS dan UAS.
2. AC di dalam kelas harus di cek setiap minggunya agar tidak ada keluhan tentang AC mati.
3. Memperluas akses jaringan wifi, karena saat ini mahasiswa sulit untuk mengakses wifi di kampus.
4. Kurangnya akses wifi membuat mahasiswa menggunakan jaringan operator namun tetap sulit karena jeleknya sinyal semua beberapa operator di kampus. Terutama kampus E.
5. Mengganti OHP dengan INFOCUS.
6. Diperluas lahan parkir dan diperketat keluar masuk kendaraan karena masih banyak mahasiswa yang meneluhkan kehilangan.
7. Dibuatkan ruangan khusus merokok untuk mahasiswa yang merokok.
8. Perbaiki jadwal kuliah karena masih banyak dosen yang suka mengganti jam mata kuliahnya sendiri.
9. Sports center harus dikelola lebih baik lagi dan kalau bisa di tambahkan lapangan baru.
10. Membuat kantin.
11. Efektifkan fungsi Iloung.
12. Tambah sarana ibadah di setiap kampus.
13. Tambah WC di setiap kampus karena yang sudah ada dianggap masih kurag.
14. Fungsikan fasilitas bus kampus agar lebih efektif.
15. Ubah sistem jadwal pembayaran kuliah.
16. Pembayaran uang semester tidak lagi mengantri panjang dengan uang tunai ,dirubah menjadi sistem transfer.
17. Hilangkan UJIAN UTAMA.
18. Lab Fisika Dasaruntuk anak SI dihilangkan.
19. Dihilangkan atau dikurangi laboratorium yang tidak berguna.
20. Dirubah bandwith bagi website untuk internal akademik saat keluar nilai ipk semester. Karena sering kali mengalami system down.
     Cara mempengaruhi orang lain untuk membuat suatu keputusan yang baik yaitu, pertama yang harus dilakukan dengan memperbaiki tata cara berbahasa yang baik, ini penting karena dengan berbicara menggunakan bahasa yang baik maka orang lain akan yakin jika keputusan kita baik. Namun apabila kita berbicara dengan bahasa yang kurang baik, orang lain akan sulit percaya bahwa yang kita lakukan benar.
     Yang kedua yakinkan orang lain bahwa yang keputusan yang kita ambil itu baik, berikan bukti agar orang lain percaya dan yakin jika kita bisa membuat keputusan yang baik. 
   
     Selanjutnya yang ketiga bisa juga dengan memberi pujian. Pujian bisa menjadi senjata ampuh untuk mempengaruhi orang lain. Berikanlah pujian yang tulus  sesuai dengan kenyataan. Jangan memberikan pujian yang berbentuk kebohongan, karna bisa menyinggung orang lain. Berikanlah pujian dalam waktu yang tepat, karna terlalu banyak memuji bisa mengakibatkan kita terlihat sedang mencari perhatian kepada mereka.

Faktor penyebab konflik
• Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
• Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
• Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
• Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.

Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap konflik itu tidak terlepas dari sifat setiap individu, hal ini dikarenakan setiap individu memiliki pola berpikir yang berbeda satu sama lain. Selain itu setiap individu memiliki kepentingan pribadi masing-masing yang ingin dicapai, sehingga kemungkinan terjadinya konflik di dalam organisasi itu cukup besar.

Konflik adalah suatu proses antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya menjadi tidak berdaya.

Konflik itu sendiri merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik yang dapat terkontrol akan menghasilkan integrasi yang baik, namun sebaliknya integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan suatu konflik.
Jenis – Jenis Konflik :

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).

3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok atau antar organisasi.

5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

Perbedaan yang terdapat dalam organisasi seringkali menyebabkan terjadinya ketidakcocokan yang akhirnya menimbulkan konflik. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya ketika terjadi suatu organisasi, maka sesungguhnya terdapat banyak kemungkinan timbulnya konflik. Dari kelima jenis konflik diatas, dapat disimpulkan bahwa konflik dapat teradi apabila salah satu dari anggota organisasi memiliki rasa iri terhadap atasan serta di dalam organisasi itu sendiri terdapat pebedaan ide yang biasanya dapat menimbulkan konflik.




Sebelum membentuk sebuah organisasi, kita perlu memperhatikan hal-hal penting di dalam suatu organisasi. Berikut merupakan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat organisasi :

1. Mengenali orang yang akan diajak berorganisasi dan lingkungan organisasi

Suatu organisasi tidak dapat disebut organisasi apabila didalamnya terdiri dari satu individu saja. Mengenali orang di sekitar kita penting, bagaimana kepribadiannya, apakah dia suka tantangan serta hal-hal yang baru. Selanjutnya, apakah orang tersebut suka bekerjasama dalam kelompok. Setiap orang memiliki pribadi yang berbeda-beda, ada yang suka bekerja sendiri, adapula yang suka bekerja dalam satu tim. Orang yang suka bekerjasama dalam satu tim dapat dimasukkan dalam daftar.
lingkungan organisasi berkenaan dengan ruang lingkup organisasi ini, misalnya organisasi kemahasiswaan fakultas bisnis Universitas Kristen Duta Wacana untuk mempersatukan mahasiswa fakultas bisnis. Terkadang organisasi tidak berjalan baik, saat lingkungan tidak mendukung. Organisasi mahasiswa tanpa dukungan kampus akan pudar kemudian menghilang.

2. Membuat nama organisasi

Nama menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Memberikan nama pada sebuah organisasi gampang-susah, harus disesuaikan dengan tujuan organisasi.

3. Menyusun kegiatan

Dalam hal ini, kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama organisasi ini berjalan atau akan menjadi organisasi yang monoton. Penyusunan kegiatan dapat dikerjakan melalui rapat. Kegiatan jangan berbelit-belit, sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.

4. Membagi pekerjaan

Masing-masing anggota inti dalam organisasi memiliki pekerjaan berbeda-beda. Pekerjaan berbeda ini, selanjutnya digabung menjadi kesepahaman. Ketua dan sekretaris memiliki pekerjaan yang berbeda, kemudian menjadi gabungan yang saling terkait. Ketua dan sekretaris bekerjasama dalam pencatatan hasil rapat.

5. Melaksanakan kegiatan

Ketika semua yang dibutuhkan telah terpenuhi, saatnya melaksanakan kegaitan. Misalnya, pertemuan pertama diadakan.

6. Memiliki hubungan yang luas dengan pihak tertentu

Hubungan dengan pihak tertentu sangat penting demi kelancaran organisasi, pihak lain akan sangat membantu. Organisasi bekerjasama dengan pihak lain memiliki keuntungan yang sama. Misalnya, organisasi program studi teknik informatika mengadakan pameran hasil karya mahasiwa teknik informatika dan mendapat sponsor dari microsoft indonesia. Pameran berjalan dengan baik, sekaligus nama microsoft semakin baik karena membantu mahasiswa dalam berinovasi, orang akan menghargai microsoft.

7. Mencari dana untuk kegiatan

Dana memberikan dampak besar terhadap organisasi. Dana yang tidak cukup membuat organisasi berjalan mundur. Organisasi seperti mahasiswa fakultas bisnis bisa memperoleh dana dengan melakukan kegiatan tertentu seperti menjual makanan di kampus atau memberikan proposal pada fakultas.

"Kesimpulan dari ketujuh poin diatas adalah, organisasi dibuat berdasarkan hal-hal penting mendasar yang sangat berpengaruh untuk kualitas organisasi tersebut. Apabila salah satu dari ketujuh poin itu tidak terpenuhi, bisa dipastikan organisasi yang dibuat itu tidak akan seimbang, karena ketujuh poin diatas saling berhubungan."

Sumber dari sini 


A. ORGANISASI NIAGA

Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan. Sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.


MACAM MACAM ORGANISASI NIAGA


a.       Persero Terbatas (PT)
Adalah suatu perusahaan yang modal dan sahamnya terdiri dari saham milik pribadi dan sebagian dari pihak lain atau asing.
b.       Perseroan Komanditer (CV)
Adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
c.        Firma (FA)
Adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama.
d.      Koperasi

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
      e.        Join ventura

Join ventura adalah kerjasama dua pihak atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk sebuah perusahaan baru. Dua pihak tersebut boleh pihak yang sama-sama dari dalam negeri maupun pihak dalam negeri dan luar negeri.

f.        Trust
Trust adalah gabungan atau kerjasama dari beberapa perusahaan.
g.       Kontel
Kontel adalah persekutuan berbagai perusahaan yang sejenis yang memiliki perjanjian tertentu .
h.       Holding Company
Holding Company adalah perusahaan yang sahamnya patungan yang biasanya mengawasi 1 atau lebih perusahaan . Kepemilikan sahamnya bisa sebagian atau keseluruhan.


B. ORGANISASI SOSIAL


Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
-     Alvin L. Bertrand (1980: 25) mengemukakan pengertian organisasi social dalam arti luas adalah tingkah laku manusia yang berpola kompleks serta luas ruang lingkupnya di dalam setiap masyarakat. Organisasi social dalam arti khusus adalah tingkah laku dari para pelaku di dalam sub-sub unit masyarakat misalnya keluarga, bisnis dan sekolah.


-      Robin Williams (dalam Bertrand: 26) mengemukakan bahwa organisasi social menunjuk pada tindakan manusia yang saling memperhitungkan dalam arti saling ketergantungan. Ia selanjutnya menjelaskan bahwa pada saat individu melakukan interaksi berlangsung terus dalam jangka waktu tertentu, maka akan timbul pola-pola tingkah laku.
Pada dasarnya, pembentukan kelompok dan organisasi sosial dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
-          Organisasi Normatif: Adalah pihak elit menjalankan organisasi/ mengawasi anggota lebih dominan menggunakan kekuasaan normatif (persuasif). Bentuk partisipasi anggota adalah dengan komitmen moral.
-          Organisasi Utilitarian: Adalah pihak elit mengawasi anggota dominan menggunakan kekuasaan utilitarian. Partisipasi anggota berdasarkan komitmen perhitungan yaitu pemikiran hubungan bisnis, sangat perhitungkan untung rugi.
-          Organisasi Koersi: Adalah pihak elit menggunakan kekuasaan koersi dalam mengawasi anggotanya. Koersi adalah segala jenis paksaan, ancaman, dan intimidasi yang digunakan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
        

    "Menurut saya kedua organisasi ini saling berhubungan dengan maksud tujuan tertuntu dengan saling mengguntungkan antara sesama anggota organisasi. Pada dasarnya organisasi memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya meningkatkan kedisiplinan antar anggota, karena di dalam organisasi itu sendiri terdapat peraturan yang wajib dipatuhi oleh setiap anggota organisasi."

      Sumber dari sini




 Sistem Manajemen dan Organisasi dari Perusahaan yang Bergerak di Industri Teknologi
Dalam suatu industri khususnya industri-besar merupakan suatu komunitas yang perlu diatur kinerjanya agar dapat berjalan dengan baik sehingga sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
Manajemen Berdasarkan Sumber Daya Manusia
Pengorganisasian dari suatu komunitas tersebut diperlukan sistem manajemen.Dimana sistem tersebut harus dapat menyatukan elemen elemennya agar dapat berjalan dengan baik. Secara garis besar terdapat enam elemen sistem yang perlu diatur yaitu:
1.      Manusia
2.      Material
3.      Metode
4.      Mesin
5.      Market
6.      Lingkungan
Keenam elemen sistem tersebut (M5L) yang saling mendukung agar dapat tercapai tujuan dari organisasi tersebut, sebagaimana yang dapat digambar dalam bentuk diagram tulang ikan (fish-bone) , gb.1.4.Sistem manajemen yang baik sebagaimana yang digambarkan pada gambar 1.4, harus dapat menyatukan sekumpulan karyawan(manusia) yang bekerja secara kontinyu pada suatu industri, yang dapat mengubah material agar dapat mempunyai nilai lebih, dengan menggunakan peralatan (mesin) dengan metoda tertentu, dimana jumlah dari produksi material tersebut tergantung dari kebutuhan konsumen atau pasar (market) dan juga harus memperhatikan faktor lingkungan baik secara mikro maupun makro.

Diantara elemen-elemen dalam sistem tersebut, yang mempunyai peran yang cukup besar adalah manusianya, dimana dalam era sekarang ini, manusia merupakan salah satu bagian dari sumber daya, yang selanjutnya disebut dengan sumber daya manusia (sdm). Kolektivitas manusia dalam suatu organisasi mempunyai kemampuan (skill),pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) yang berbeda.Berdasarkan hal tersebut, organisasi dalam suatu industri (perusahaan)dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: manajemen puncak, manajemen menengah dan manajemen pelaksana.
Manajemen puncak

Dalam sistem organisasi, manajemen puncak merupakan manajemen tertinggi, dimana orang-orang yang duduk pada posisi ini mempunyai tugas yang cukup berat karena harus memutuskan hal-hal penting dan mengatur yang menyangkut kelangsungan hidup dan keberhasilan dari organisasi atau perusahaan tersebut.
Orang yang duduk pada manajemen puncak ini biasanya disebut dengan direktur dan juga pemilik modal dalam perusahaan, atau yang tergabung dalam bentuk dewan (dewan direksi, dewan komisaris). Dewan Direksi dapat terdiri dari Direktur Utama,Direktur Keuangan dan Umum serta Direktur Produksi dan Teknik.

Manajemen menengah

Manajemen ini terdiri dari pimpinan-pimpinan pabrik (dalam suatu industri, misalnya industri petrokimia, industri pupuk dapat terdiri lebih dari satu pabrik), atau kepala-kepala divisi. Tugas dari bagian ini adalah mengembangkan dan menjalankan rencanarencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak

Manajemen pelaksana

Pada tingkat ini, terdiri dari personil yang melaksanakan tugas yang telah dikembang oleh manajemen menengah dan bertanggung jawab kepadanya.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka semakin tinggi tingkat manajemennya akan diduduki oleh semakin sedikit jumlah personilnya, sebaliknya demikian pula sebaliknya tingkat manajemen pelaksana terdiri dari jumlah personil yang cukup banyak, hal ini digambarkan dalam bentuk piramida dengan kerucut diatas, sebagaimana gambar 1.5. Sebalik untuk tugas dan tanggung jawab,semakin tinggi tingkat manajemen, maka dia mempunyai tugas dan tanggung jawab yang lebih tinggi, hal ini digambarkan dalam bentuk piramida terbalik dengan kerucut dibawah.

Organisasi dalam bentuk “Line and Staff system” merupakan bentuk yang sering digunakan sebagai organisasi dalam suatu manajemen. Ada dua kelompok orang 1.orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi sistem line and staf ini yaitu :

a.       Sebagai garis atau line yaitu orang–orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan.
b.      Sebagai staff yaitu orang – orang yang melaksanakan tugasnya dengan keahlian yang dimilikinya , dalam hal ini berfungsi untuk memberikan saran – saran kepada unit operasional.
Secara umum, dalam suatu perusahaan atau industri, person (orang) yang bekerja didalamnya terdiri dari:
1.      Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan (untuk perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Swasta) dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya dibantu oleh Dewan Komisaris, sedangkan tugas untuk menjalankan perusahaan dilaksanakan oleh Direktur Utama dibantu oleh Direktur Teknik dan Direktur Keuangan dan Umum.
2.      Direktur Teknik membawahi bidang teknik dan produksi. Sedangkan Direktur Keuangan dan Umum membidangi kelancaran keuangan perusahaan.
3.      Beberapa Kepala bagian yang berada dibawah direktur-direktur diatas akan bertanggung jawab membawahi bagian dalam perusahaan,sebagai pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
4.      Masing-masing kepala bagian membawahi beberapa seksi dan masing-masing seksi akan membawahi beberapa karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya.
5.      Karyawan perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang setiap kepala regu akan bertanggung jawab kepada pengawas masing-masing seksi.

    "Menurut saya dari pemaparan diatas, sebuah Sistem Manajemen sebenarnya terdapat di berbagai bidang, salah satunya yang sedang saya bahas yaitu dalam bidang industri. Sebuah sistem manajemen yang baik sangat berpengaruh besar untuk kelangsungan bisnis di dalam perusahaan tersebut, sistem manajemen yang baik otomatis akan menghasilkan sebuah organisasi yang baik, karena di dalam manajemen itu terdapat organisasi yang berkaitan dengan manajemen itu sendiri. Pengorganisasian dari suatu komunitas tersebut diperlukan sistem manajemen. Dimana sistem tersebut harus dapat menyatukan elemen - elemennya agar dapat berjalan dengan baik."