Dulu Jokowi tidur sama Gembel, kok sekarang Gembel "Diudak-udak"
Budayawan Ridwan Saidi menyoroti kebijakan Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk merazia topeng monyet. Pria yang akrab
disapa Babe ini mempertanyakan tindakan Jokowi dalam menyasar topeng monyet,
padahal mantan wali kota Solo itu dekat dengan rakyat kecil.
"Hari demi hari disorot rakyat, dan kenapa dia sekarang sasar topeng monyet. Lah dulu dia tidur sama gembel, kok sekarang gembel diudak-udak," ujar Ridwan usai acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).
Menurut Ridwan, PDI Perjuangan melakukan dengan menitikberatkan kepada Jokowi sebab kepopulerannya justru menggeser keberadaan dan posisi Megawati sebagai pemimpin partai berlambang banteng itu.
"PDIP pertaruhkan popularitas partainya ke Jokowi, tidak pada Ibu Mega. Lampu merah dan dia krisis kalau terus mainkan isu Jokowi," kata dia.
Dia menuturkan, jika Jokowi hilang kepopulerannya atau berbuat kesalahan maka PDIP menanggung juga. Sebab kini PDIP amat erat citra dan kaitannya dengan Jokowi. Hal inilah yang akan dimanfaatkan oleh lawan dan partai politik lain.
"Semua partai ambil keuntungan, ada 12 partai, yang 11 coba memanfaatkan soal ini. Suara PDIP bisa ke Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra juga bisa," ujar Ridwan.
Menurut saya keputusan Jokowi dalam merazia topeng monyet itu salah, itu sama saja mematikan usaha rakyat tanpa mengganti pekerjaannya. Topeng monyet sudah menjadi budaya di masyarakat Indonesia sejak lama, sangat disayangkan apabila kita tidak dapat melihat atraksi-atraksi dari kepintaran monyet-monyet itu jika Jokowi masih tetap ingin melakukan niatnya merazia topeng monyet khususnya di daerah DKI Jakarta.
"Hari demi hari disorot rakyat, dan kenapa dia sekarang sasar topeng monyet. Lah dulu dia tidur sama gembel, kok sekarang gembel diudak-udak," ujar Ridwan usai acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).
Menurut Ridwan, PDI Perjuangan melakukan dengan menitikberatkan kepada Jokowi sebab kepopulerannya justru menggeser keberadaan dan posisi Megawati sebagai pemimpin partai berlambang banteng itu.
"PDIP pertaruhkan popularitas partainya ke Jokowi, tidak pada Ibu Mega. Lampu merah dan dia krisis kalau terus mainkan isu Jokowi," kata dia.
Dia menuturkan, jika Jokowi hilang kepopulerannya atau berbuat kesalahan maka PDIP menanggung juga. Sebab kini PDIP amat erat citra dan kaitannya dengan Jokowi. Hal inilah yang akan dimanfaatkan oleh lawan dan partai politik lain.
"Semua partai ambil keuntungan, ada 12 partai, yang 11 coba memanfaatkan soal ini. Suara PDIP bisa ke Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra juga bisa," ujar Ridwan.
Menurut saya keputusan Jokowi dalam merazia topeng monyet itu salah, itu sama saja mematikan usaha rakyat tanpa mengganti pekerjaannya. Topeng monyet sudah menjadi budaya di masyarakat Indonesia sejak lama, sangat disayangkan apabila kita tidak dapat melihat atraksi-atraksi dari kepintaran monyet-monyet itu jika Jokowi masih tetap ingin melakukan niatnya merazia topeng monyet khususnya di daerah DKI Jakarta.


