Resume Ilmu Budaya Dasar

Bab 1. Tinjauan tentang Ilmu Budaya Dasar
A.    Pendahuluan
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar diberikan  kepada mahasiswa diharapkan memperlihatkan :
a.        Minat dan kebiasaan menyelidiki apa – apa yang disekitarnmya dan diluarnya.
b.        Kesadaran akan pola – pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai – nilai     yang dianut dengan kehidupan sehari – hari.
c.         Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka akan nila – nilai yang dianutnya.
d.        Keberanian moral untuk mempertahankan nilai yang dianutnya dan menolak nilai yang     yang tidak benar.

Latar belakang Ilmu Budaya Dasar diberikan kepada mahasiswa berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
a.    Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya.
b.    Proses pembanguna  menimbulkan dampak positif dan negatif dengan perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya.
c.    Kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan yaitu, konflik

B.     Ilmu Budaya Dasar sebagai Bagian dari Mata Kuliah Dasar Umum

Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang dapat bersifat eksakta maupun non-eksakta. MKDU bertujuan untuk menhhasilkan sarjana berkualifikasi sebagai berikut :
a.    Berjiwa Pancasila
b.    Taqwa terhadap Tuhan YME, bersikap dan bertindak sesuai dengan agamanya dan tenggang rasa terhadap agama alain.
c.    Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan.
d.    Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama – sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya.

C.     Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.    Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan.

2.    Ilmu-ilmu sosial ( social scince )

Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

3.    Pengetahuan budaya ( the humanities )

Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

D.    Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai – nilai budaya yang menyangkut orang lain, alam sekitar, dan diri sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :

a.    Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka

b.    Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.

c.    Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat

d.    Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

E.     Ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

1.    Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities).

2.    Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing – masing jaman dan tempat.

Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

    Manusia dan cinta kasih
    Manusia dan Keindahan
    Manusia dan Penderitaan
    Manusia dan Keadilan
    Manusia dan Pandangan hidup
    Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
    Manusia dan kegelisahan
    Manusia dan harapan

Bab 2. Manusia dan Kebudayaan

A.    Manusia

Ada dua pandangan yang dijadikan acuan untuk menjelaskan unsur – unsur yang membangun manusia, yaitu :

     Manusia terdiri dari 4 unsur terkait, yaitu :
a.       Jasad
b.      Hayat
c.       Ruh
d.      Nafsu

    Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur, yaitu :
a.       Id, yaitu struktur kepribadian yang paling primitif dan tidak nampak.
b.      Ego, yaitu struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, sering disebut sebagai kepribadian “eksekutif”.
c.       Superego, kepribadian yang muncul saat umur 5 tahun.

B.     Hakekat Manusia

1.    Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari jiwa dan tubuh sebagai satu kesatuan yang utuh.
2.    Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
a.       Perasaan intelektual
b.      Perasaan estetis
c.       Perasaan etis
d.      Perasaan diri
e.       Perasaan sosial
f.       Perasaan religius

3.    Makhluk biokultural, yaitu makhlukhayati yang budayawi
4.    Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas, martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

C.     Kepribadian Bangsa Timur

Dalam jiwa manusia terkandung delapan lingkaran – lingkaran daerah yang seolah – olah seperti lingkaran konsentris diri pribadi.
Nomor 7 dan nomor 6 adalah daerah tak sadar dan sub sadar. Nomor 5 adalah daerah daerah kesadarah yang tidak dinyatakan (unexpressed concious). Nomor 4 adalah kesadaran yang dinyatakan (expressed concious). Nomor 3 adalah lingkaran hubun gan karib. Nomor 2 adalah lingkungan hubungan berguna atau melihat sebagai fungsi saja. Nomor 1 adalah lingkungan hubungan jauh. Nomor 0 adalah lingkungan hubungan luar.




D.    Pengertian Kebudayaan

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

E.     Unsur – Unsur kebudayaan

C.Kluckhohn didalam karyanya yang berjudul  Universal Categories of Cultures mengemukakan, bahwa ada 7 kebudayaan universal, yaitu :
1.    Sistem Religi
2.    Sistem Organisasi kemasyarakatan
3.    Sistem pengetahuan
4.    Sistem mata pencaharian hidup dan sistem – sistem ekonomi
5.    Sistem teknologi dan peralatan
6.    Bahasa
7.    Kesenian

F.      Wujud kebudayaan

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan memiliki 3 wujud, yaitu :
1.    Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia
2.    Kompleks aktivitas
3.    Wujud sebagai benda

G.    Orientasi Nilai Budaya

Sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.    Hakekat hidup manusia
2.    Hakekat karya manusia
3.    Hakekat waktu manusia
4.    Hakekat Alam manusia
5.    Hakekat hubungan manusia

H.    Perubahan Kebudayaan

Perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Contoh :
Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:
         Mendorong perubahan kebudayaan

Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material).
Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda. Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.

         Menghambat perubahan kebudayaan

Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material). Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot. Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :

  Faktor intern

  Perubahan Demografis

Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah, akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan, c/o: bidang perekonomian, pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.

  Konflik social

Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.

  Bencana alam

Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o; bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.

  Perubahan lingkungan alam

Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.

  Faktor eksternal

  Perdagangan

Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.

  Penyebaran agama

Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.

  Peperangan


Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.

Kebudayaan berubah dengan cara :

         Defusi      : adalah penyebaran unsur kebudayaan dari  suatu masyarakat ke masyarakat  lain antar individu antar keluarga ataupun golongan.
         Akulturasi: adalah diterimanya kebudayaan lain/luar kemudian diolah menjadi kebudayaan sendiri . Mis : politik dakwah, pendidikan. Musik padang pasir menjadi musik gambus.
        Asimilasi   : Terjadi pada kelompok masyarakat yang tidak sama kebudayaannya tapi dapat hidup secara berdampingan dengan damai saling mendekat lambat laun menjadi sama bahkan menjadi model kebudayaan yang baru. Kebudayaan ini dibentuk dari unsur yang berbeda-beda oleh mobilitas penduduk

1.      Kelebihan

   Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
   Kekhasan budaya Indonesia
   Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
   Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya.
   Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan
   Kemajuan pariwisata
   Multikuturalisme
   Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
   Adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi tua yang kolot.

2.      Kekurangan

   Kurangnya kesadaran masyarakat
   Minimnya komunikasi budaya
   Kurangnya pembelajaran budaya
   Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
  Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
   Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.

Sumber :
http://wisnukuncoro91.blogspot.com/2013/05/tugas-ilmu-budaya-dasar-pengertian.html

Nugroho, Widyo; Seri Diktat Kuliah : Ilmu Budaya Dasar; Gunadarma; Jakarta; 1996

http://budayabasic.blogspot.com/2013/03/perubahan-kebudayaan.html

Merdeka.com - Petugas Satpol PP Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menertibkan ratusan gubuk liar yang berdiri di sepanjang Jalan Inspeksi di Kanal Banjir Barat (KBB), Jakarta Pusat, pagi tadi. Ratusan gubuk tersebut dibongkar lantaran berdiri di atas jalan umum yang mengakibatkan ruas jalan tertutup.

Pantauan merdeka.com, Senin (25/11), pembongkaran sekitar 250 gubuk liar tersebut berjalan dengan lancar. Tidak ada perlawanan dari para penghuni gubuk. Para penghuni terlihat pasrah gubuknya dibongkar oleh petugas.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan, pembongkaran dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan yang sudah lama tertutup gubuk-gubuk tersebut.

"Pembongkaran gubuk liar ini dilakukan untuk pengembalian fungsi jalan yang sudah puluhan tahun tertutup, lantaran banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas jalan umum," ujar Kukuh Hadi kepada wartawan, Senin (25/11).

Rencananya setelah pembongkaran ini, lokasi tersebut akan dinormalisasi. Tidak ada uang kerohiman terhadap warga yang menempati gubuk tersebut.

Langkah yang sangat baik telah dilakukan Pemprov DKI dalam menciptakan kota yang lebih baik, namun kita harus melihat dampak yang akan terjadi kepada para penghuni gubuk. Apakah mereka akan mendapatkan tempat tinggal atau tidak, seharusnya Pemprov DKI memikirkan hal itu. Alangkah baiknya jika para penghuni gubuk dibantu mencari tempat tinggal.


Foto: Okezone


JAKARTA - Pekerjaan rumah penuntasan kemacetan Ibu Kota Jakarta yang tak pernah usai perlu dibenahi dengan ide gila. Ketika polisi selalu disalahkan dengan kemacetan, Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sambodo Purnomo, merasa hal itu tidak fair.

Dia mengibaratkan kemacetan Jakarta seperti banjir di kamar mandi akibat kucuran dari kran air yang menyumbat lantai hingga terjadi air meluber.
"Polisi ibarat tukang sapu. Kalau kran airnya tidak dimatikan maka banjir kamar mandi itu tidak akan pernah berhenti. Seharusnya cara paling tepat mematikan kran air itu,” kata Sambodo, Rabu (13/11/2013).

Sambodo mengatakan, penyebab kemacetan yaitu pertumbuhan kendaaraan yang besar dan tidak pernah dipikirkan solusinya. "Selalu permasalahan diletakkan kepada polisi. Padahal kami tidak pernah terlibat di hulu,” terangnya.

Secara pribadi dirinya menegaskan, cara terbaik yakni adanya moratorium penambahan jumlah kendaraan di Jakarta.

"Ada lagi misalnya pembatasan usia pakai kendaraan lima tahun atau sepulug tahun. Selama kendaraaan pribadi itu lebih efisien dibandingkan kendaraan umum maka tidak mungkin orang mau pindah," tuturnya.

“Jadi sebenarnya konsep kota modern untuk Jakarta adalah parkir yang mahal. Masuk Jalan Sudirman-Thamrin bayar, pajak kendaraan dipermahal. Otomatis dia akan memarkir kendaraan pribadinya dan beralih memakai kendaraan umum,” ungkap Sambodo.

Namun, pendapat yang dia lontarkan bukan atas nama institusi Kepolisian. "Kalau saya bilang misalnya bahan bakar atau parkir itu dibuat mahal, nanti malah polisi yang kena dampak dan dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil. Tapi seharusnya memang harus ada ide gila semacam itu,” pungkasnya.

Menurut saya apa yang dikatakan Wardilantas mengenai ide-ide untuk menuntaskan kemacetan di Jakarta cukup masuk akal, dimana setiap masyarakat masih menganggap setiap kebijakan yang dilakukan sebelumnya selalu memberatkan kehidupan masyarakat. Memang diperlukan ide "gila" untuk dapat memeberantas kemacetan di Jakarta. Hanya saja tinggal bagaimana masyarakat bisa atau tidak bisa menerima ide tersebut nantinya.


Jakarta, Aktual.co. Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) dibantu TNI dan Polri menggelar operasi tertib guna mewujudkan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan dalam angkutan kereta api.

"Operasi tertib ini dilaksanakan serentak di seluruh daerah operasi (daop) PT KAI untuk semua stasiun dan rangkaian kereta api mulai tanggal 1 November 2013," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (4/11).

 Menurut dia, sasaran utama dari pelaksanaan operasi tertib, yakni pedagang asongan, pengamen, pengemis, gelandangan, dan penumpang gelap yang berada di stasiun maupun kereta api.
Ia mengatakan bahwa keberadaan pedagang asongan, pengamen, pengemis, dan gelandangan selama ini dinilai mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keamanan penumpang yang ada.

 "Dalam rangka melaksanakan operasi tertib ini, PT KAI Daop 5 Purwokerto dibantu sekitar personel Polri dan TNI di samping petugas dari internal PT KAI sendiri. Mereka dibagi dalam 'group mobile' (regu bergerak, red.) yang mengikuti perjalanan kereta api dan petugas penertiban stasioner di setiap stasiun," tuturnya.

Lebih lanjut, Surono mengatakan bahwa tim penertiban PT KAI Daop 5 Purwokerto dalam melaksanakan operasi berkoordinasi dan bekerja sama dengan tim penertiban dari Daop lain yang secara serentak juga melaksanakan kegiatan yang sama secara lintas Daop.

Menurut dia, keterlibatan personel Polri dan TNI dalam pelaksanaan operasi tertib karena saat ini telah terjalin kerja sama antara PT KAI dan TNI serta Polri, salah satunya dalam pengamanan terhadap operasional kereta api serta penertiban dan pengamanan aset-aset PT KAI.

"Operasi tertib ini dilaksanakan karena masih banyaknya komplain dari penumpang tentang adanya pedagang asongan yang tetap nekat berjualan dalam kereta api meskipun hal ini adalah larangan. Keberadaan mereka (pedagang asongan, red.) dikeluhkan penumpang karena sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan," lanjutnya.

Dia mengharapkan dengan pelaksanaan operasi tertib ini, seluruh stasiun dan kereta api yang melintas akan bisa benar-benar steril dan bebas dari keberadaan pedagang asongan, gelandangan, pengamen, dan pengemis.

Dengan demikian, kata dia, kenyamanan dan keamanan penumpang lebih terjamin.

Menurut saya adanya operasi gabungan ini sangat bermanfaat bagi para penumpang kereta api, namun tentu dengan adanya operasi ini para pedagang asongan akan kehilangan lapak berjualan mereka sehingga mengakibatkan mereka mengalami kerugian dan kebingungan ingin berjualan dimana mereka. Oleh karena itu, sebaiknya PT KAI menyediakan lapak berjualan agar mereka tidak mengganggu penumpang seperti sebelumnya.  


Budayawan Ridwan Saidi menyoroti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk merazia topeng monyet. Pria yang akrab disapa Babe ini mempertanyakan tindakan Jokowi dalam menyasar topeng monyet, padahal mantan wali kota Solo itu dekat dengan rakyat kecil.
"Hari demi hari disorot rakyat, dan kenapa dia sekarang sasar topeng monyet. Lah dulu dia tidur sama gembel, kok sekarang gembel diudak-udak," ujar Ridwan usai acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).
Menurut Ridwan, PDI Perjuangan melakukan dengan menitikberatkan kepada Jokowi sebab kepopulerannya justru menggeser keberadaan dan posisi Megawati sebagai pemimpin partai berlambang banteng itu.
"PDIP pertaruhkan popularitas partainya ke Jokowi, tidak pada Ibu Mega. Lampu merah dan dia krisis kalau terus mainkan isu Jokowi," kata dia.
Dia menuturkan, jika Jokowi hilang kepopulerannya atau berbuat kesalahan maka PDIP menanggung juga. Sebab kini PDIP amat erat citra dan kaitannya dengan Jokowi. Hal inilah yang akan dimanfaatkan oleh lawan dan partai politik lain.
"Semua partai ambil keuntungan, ada 12 partai, yang 11 coba memanfaatkan soal ini. Suara PDIP bisa ke Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra juga bisa," ujar Ridwan.
Menurut saya keputusan Jokowi dalam merazia topeng monyet itu salah, itu sama saja mematikan usaha rakyat tanpa mengganti pekerjaannya. Topeng monyet sudah menjadi budaya di masyarakat Indonesia sejak lama, sangat disayangkan apabila kita tidak dapat melihat atraksi-atraksi dari kepintaran monyet-monyet itu jika Jokowi masih tetap ingin melakukan niatnya merazia topeng monyet khususnya di daerah DKI Jakarta.




Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak delapan juta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) membutuhkan penanganan serius, demikian menurut data Kementerian Sosial.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan pemerintah membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk menangani PMKS yang mencakup 1,8 juta penduduk lanjut usia terlantar; 3,8 juta orang dengan kecacatan, 230 ribu anak jalanan, serta empat juta penyalahguna narkoba.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, ia mengatakan penanganan penyandang masalah sosial tidak selesai dengan menempatkan mereka di panti-panti sosial atau panti jompo. Sebagian penyandang masalah sosial juga membutuhkan bantuan pendampingan dan pembinaan.

Ia menjelaskan, pemerintah sudah menerapkan beberapa program untuk menangani masalah sosial antara lain berupa pemberian asuransi bagi penduduk lanjut usia terlantas, bantuan usaha ekonomi produktif bagi penyandang cacat, tabungan sekolah bagi anak jalanan, dan bantuan untuk kelompok usaha bersama.

"Berbagai program tersebut, sudah berjalan sebagai upaya untuk akselerasi pananganan PMKS yang bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk peran serta pemda setempat," katanya.

Pemerintah, ia melanjutkan, masih membutuhkan peran serta pemerintah daerah dan masyarakat melalui lembaga kesejahteraan sosial untuk menangani permasalahan sosial di daerah.

Dia juga berharap pelaku usaha ikut mendukung upaya penanganan masalah sosial. "Bagaimana pun, apalah artinya sukses di bidang bisnis kalau tidak dibarengi dengan investasi sosial," demikian Menteri Sosial.

Langkah pemerintah dalam memerangi permasalahan sosial di Indonesia sudah baik, namun masih harus diperhatikan lagi soal siapa yang menerima dan siapa yang harus menerima agar tepat sasaran. Peran masyarakat yang berada juga sangat di butuhkan agar keadaan sosial tiap keluarga di Indonesia dapat teratasi dengan baik.

Sumber Dari Sini


 
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengakui pembangunan Mass Rapit Transit (MRT) di DKI Jakarta akan berimbas pada lalu lintas.

Jokowi mengakui akan terjadi kemacetan lalu lintas dalam proses pembangunan jalur MRT di Jakarta.

"Pasti macet. Nanti pengaturan udah disimulasi oleh Dishub dan diarahkan kemana. Tapi memang itulah konsekuensi keputusan membngun MRT dan monorel. Bagaimana mengelola semua agar baik," terang Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Jokowi pun berharap pembangunan MRT agar bisa segera diselesaikan agar imbas dari pembangunan tidak berkepanjangan.

"Saya maunya semua cepat. Tapi urusan imbas ke masyarakat itu, itu urusan PT MRT. Saya enggak mau handle semua. Keenakan semua nanti dinas-dinas, BUMD-BUMD, swasta." jelas Jokowi.
Seperti diketahui, ground breaking untuk pembangunan MRT akan segera dilakukan pada bulan ini. Pembangunan MRT ini dikhawatirkan akan menambah kemacetan lalu lintas lantaran diperlukan adanya alat berat yang masuk ke tengah kota.

Proyek ini sangat bagus tapi harus memikirkan secara detail dampak-dampak yang akan terjadi dalam masa pembangunannya, dalam pembangunan proyek ini sudah pasti akan terjadi peningkatan jumlah kemacetan di Jakarta karena banyaknya alat berat yang akan turun ke jalan. Jadi tinggal bagaimana pemerintah memaksimalkan proyek yang menurut saya baik untuk mengatasi kemacetan ini, bukan malah menambah kemacetan seperti yang ditakutkan banyak pihak.

Sumber Dari Sini



Kali ini saya akan membahas artikel mengenai masalah sosial yang terdapat di negara kita Indonesia. Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa dewasa ini masalah sosial sudah seperti “hantu” untuk Indonesia. Bagaimana tidak, hampir semua golongan manusia ( anak-anak, remaja, dewasa ) memiliki masalah ini. Oleh karena itu, saya ingin memberikan beberapa contoh masalah sosial yang kini terdapat di Indonesia khususnya remaja :
Penggunaan Narkoba
Contoh masalah sosial di masyarakat yang satuini, sudah selayaknya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Karena kini narkoba bukan orang dewasa lagi yang mendominasi penggunaannya, tapi para remaja yang kini mendominasi. Banyak hal yang dapat membuat para remaja ini terjerumus ke dalam lembah hitam narkoba, contohnya yang paling sering kita dengar adalah pergaulan bebas antar remaja. Mereka tidak tahu jika narkoba yang sering mereka dengar memiliki banyak sekali dampak negatif bagi kehidupannya, orang yang sudah menggunakan narkoba pasti akan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkannya kembali atau yang sering kita sebut “ketagihan”.
Anak Jalanan
Masyarakattentusepakatjikaanakjalanantelahmenjadimasalahsosial di kehidupanbermasyarakat. Anakjalananadalahcerminandariketidakmampuan dan ketidakberdayaan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Anak jalanan dapat dikatakan aspek pendukung meningkatnya penggunaan narkoba di Indonesia saat ini, karena anak jalanan sangat dekat dengan dunia yang bebas, dunia dimana narkoba sangat mudah dijumpai. Walaupun tidak setiap anak jalanan menggunakan narkoba, tapi sudah sepantasnya pemerintah waspada terhadap pergaulan di sekitar anak jalanan ini. Agar negara kita dapat melahirkan putra putri yang nantinya akan membanggakan Indonesia.
Pergaulan Bebas
Satu lagi contoh permasalahan sosial yang dapat kita temui di Indonesia. Pergaulan bebas memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan Narkoba dan Anak jalanan. Jatidiri remaja di Indonesia kini mencapai level yang cukup mengkhawatirkan, pergaulan yang bebas memaksa mereka mengikuti arus kehidupan yang negatif. Banyak contoh pergaulan bebas yang kini dialami para pemuda Indonesia, merokok, minum minuman keras, narkoba, seks bebas merupakan contoh dari pergaulan bebas itu sendiri. Sudah sepantasnya jika para pemuda kita sadar akan perannya dalam membangun bangsa ini agar lebih maju, bukan sebaliknya.
Itulah sedikit informasi tentang bagaimana permasalahan sosial yang ada di Indonesia saat ini khususnya para kaum pemuda, ketiga contoh diatas memiliki keterkaitan yang sangat kuat untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Maka, sudah sepantasnya untuk kita para pemuda memperbaiki Citra pemuda Indonesia menjadi yang lebih baik.






Semoga bermaanfaat.
Terima Kasih.

Rinaldy Meinaki 19117344 1KA 02