TNI-Polri Bantu KAI Laksanakan Operasi Tertib
Jakarta, Aktual.co. Perseroan
Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) dibantu TNI dan Polri menggelar
operasi tertib guna mewujudkan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan
dalam angkutan kereta api.
"Operasi tertib ini dilaksanakan serentak di seluruh daerah operasi (daop) PT KAI untuk semua stasiun dan rangkaian kereta api mulai tanggal 1 November 2013," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (4/11).
Menurut dia, sasaran utama dari pelaksanaan operasi tertib, yakni pedagang asongan, pengamen, pengemis, gelandangan, dan penumpang gelap yang berada di stasiun maupun kereta api.
Ia mengatakan bahwa keberadaan pedagang asongan, pengamen, pengemis, dan gelandangan selama ini dinilai mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keamanan penumpang yang ada.
"Dalam rangka melaksanakan operasi tertib ini, PT KAI Daop 5 Purwokerto dibantu sekitar personel Polri dan TNI di samping petugas dari internal PT KAI sendiri. Mereka dibagi dalam 'group mobile' (regu bergerak, red.) yang mengikuti perjalanan kereta api dan petugas penertiban stasioner di setiap stasiun," tuturnya.
Lebih lanjut, Surono mengatakan bahwa tim penertiban PT KAI Daop 5 Purwokerto dalam melaksanakan operasi berkoordinasi dan bekerja sama dengan tim penertiban dari Daop lain yang secara serentak juga melaksanakan kegiatan yang sama secara lintas Daop.
Menurut dia, keterlibatan personel Polri dan TNI dalam pelaksanaan operasi tertib karena saat ini telah terjalin kerja sama antara PT KAI dan TNI serta Polri, salah satunya dalam pengamanan terhadap operasional kereta api serta penertiban dan pengamanan aset-aset PT KAI.
"Operasi tertib ini dilaksanakan karena masih banyaknya komplain dari penumpang tentang adanya pedagang asongan yang tetap nekat berjualan dalam kereta api meskipun hal ini adalah larangan. Keberadaan mereka (pedagang asongan, red.) dikeluhkan penumpang karena sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan," lanjutnya.
Dia mengharapkan dengan pelaksanaan operasi tertib ini, seluruh stasiun dan kereta api yang melintas akan bisa benar-benar steril dan bebas dari keberadaan pedagang asongan, gelandangan, pengamen, dan pengemis.
Dengan demikian, kata dia, kenyamanan dan keamanan penumpang lebih terjamin.
Menurut saya adanya operasi gabungan ini sangat bermanfaat bagi para penumpang kereta api, namun tentu dengan adanya operasi ini para pedagang asongan akan kehilangan lapak berjualan mereka sehingga mengakibatkan mereka mengalami kerugian dan kebingungan ingin berjualan dimana mereka. Oleh karena itu, sebaiknya PT KAI menyediakan lapak berjualan agar mereka tidak mengganggu penumpang seperti sebelumnya.
"Operasi tertib ini dilaksanakan serentak di seluruh daerah operasi (daop) PT KAI untuk semua stasiun dan rangkaian kereta api mulai tanggal 1 November 2013," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (4/11).
Menurut dia, sasaran utama dari pelaksanaan operasi tertib, yakni pedagang asongan, pengamen, pengemis, gelandangan, dan penumpang gelap yang berada di stasiun maupun kereta api.
Ia mengatakan bahwa keberadaan pedagang asongan, pengamen, pengemis, dan gelandangan selama ini dinilai mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keamanan penumpang yang ada.
"Dalam rangka melaksanakan operasi tertib ini, PT KAI Daop 5 Purwokerto dibantu sekitar personel Polri dan TNI di samping petugas dari internal PT KAI sendiri. Mereka dibagi dalam 'group mobile' (regu bergerak, red.) yang mengikuti perjalanan kereta api dan petugas penertiban stasioner di setiap stasiun," tuturnya.
Lebih lanjut, Surono mengatakan bahwa tim penertiban PT KAI Daop 5 Purwokerto dalam melaksanakan operasi berkoordinasi dan bekerja sama dengan tim penertiban dari Daop lain yang secara serentak juga melaksanakan kegiatan yang sama secara lintas Daop.
Menurut dia, keterlibatan personel Polri dan TNI dalam pelaksanaan operasi tertib karena saat ini telah terjalin kerja sama antara PT KAI dan TNI serta Polri, salah satunya dalam pengamanan terhadap operasional kereta api serta penertiban dan pengamanan aset-aset PT KAI.
"Operasi tertib ini dilaksanakan karena masih banyaknya komplain dari penumpang tentang adanya pedagang asongan yang tetap nekat berjualan dalam kereta api meskipun hal ini adalah larangan. Keberadaan mereka (pedagang asongan, red.) dikeluhkan penumpang karena sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan," lanjutnya.
Dia mengharapkan dengan pelaksanaan operasi tertib ini, seluruh stasiun dan kereta api yang melintas akan bisa benar-benar steril dan bebas dari keberadaan pedagang asongan, gelandangan, pengamen, dan pengemis.
Dengan demikian, kata dia, kenyamanan dan keamanan penumpang lebih terjamin.
Menurut saya adanya operasi gabungan ini sangat bermanfaat bagi para penumpang kereta api, namun tentu dengan adanya operasi ini para pedagang asongan akan kehilangan lapak berjualan mereka sehingga mengakibatkan mereka mengalami kerugian dan kebingungan ingin berjualan dimana mereka. Oleh karena itu, sebaiknya PT KAI menyediakan lapak berjualan agar mereka tidak mengganggu penumpang seperti sebelumnya.










